Review Yamaha X-Ride: Matic Adventure?

 

Review Yamaha X‑Ride: Matic Adventure?

Pendahuluan

Yamaha X‑Ride adalah salah satu skuter matic di Indonesia yang mencoba membaurkan unsur petualangan (adventure / crossover) ke dalam desain matic. Dengan gaya “petualang ringan”, spesifikasi yang agak berbeda dari skutik biasa, serta harga yang masih masuk akal, X‑Ride menarik perhatian bagi yang ingin tampilan gagah sekaligus kepraktisan skuter.

Di artikel ini kita lihat spesifikasi, kelebihan, kekurangan, dan siapa yang cocok pakai X‑Ride.



Spesifikasi Singkat

Berdasarkan data resmi dan review terbaru:


Kelebihan Yamaha X‑Ride

Berdasarkan review & spesifikasi, berikut kelebihan X‑Ride sebagai matic bergaya adventure:

  1. Desain Gaya Adventure yang Khas
    X‑Ride tampil beda. Ban lebar, grafik agresif, stang sedikit lebih lebar, body agak tinggi, tampilan tabung suspension belakang, ground clearance lumayan — semua memberi kesan motor “siap jalan agak kasar”. Harian Lingga+3Mobil123+3Gilamotor+3

  2. Handling & Kenyamanan di Jalan Tidak Sempurna
    Suspensi belakang sub‑tank, ban tapak agak lebih lebar, serta ground clearance yang cukup membantu ketika melewati jalan padat, bergelombang, atau sedikit rusak. Gilamotor+2Harian Lingga+2

  3. Mesin yang Cukup Seimbang & Irit
    Mesin 125 cc injeksi dengan torsi dan tenaga yang cukup di kelasnya. Tidak terlalu boros jika dipakai normal. Gilamotor+1

  4. Fitur Tambahan yang Berguna
    LED / DRL, eco‑indicator, answer back system dan hazard light memberi nilai tambah dibanding skutik standar biasa. Fitur‑fitur ini membuatnya lebih aman dan nyaman dalam penggunaan sehari‑hari. MUF Online Autoshow+1

  5. Bobot Terjangkau & Manuverabilitas Cukup Baik
    Dengan bobot 98 kg dan tinggi jok ~760 mm, motor ini tidak terlalu berat di kota, masih relatif mudah dikendalikan, terutama oleh pengendara yang ingin kombinasi: tampilan adventure + kemudahan skutik. Harian Lingga+1


Kekurangan Yamaha X‑Ride

Tentu tidak ada motor yang sempurna. Beberapa kekurangan yang sering disebut dalam review:

  1. Rem Belakang Masih Tromol
    Rem depan sudah disc bagus, tapi pengereman belakang dipakai tromol, yang dianggap kurang presisi terutama pada kondisi mendadak atau licin. Oto

  2. Stang Terasa Ringan & Suspensi Depan Kurang Empuk
    Beberapa pengguna mengatakan bahwa stang terlalu ringan / respon kemudi kurang terasa mantap saat bermanuver cepat. Suspensi depan kurang “berkelas” ketika melewati lubang atau tanjakan tajam, terkadang terasa keras. Oto

  3. Kapasitas Tangki Bensin Terasa Kecil
    Meskipun tampilannya petualang, kapasitas tangki 4,2 liter dianggap sedikit kecil jika ingin jarak tempuh yang lebih jauh atau sering melewati jalan panjang. MUF Online Autoshow+1

  4. Minim Kompartemen di Dashboard
    Tidak ada tempat penyimpanan kecil di depan (dashboard) yang kadang berguna untuk menyimpan barang ringan seperti botol air, dompet kecil, HP. Harus membuka jok dulu untuk akses ke bagasi bawah jok. Oto

  5. Sebagian Fitur Premium Tidak Ada / Kurang Lengkap
    Beberapa fitur yang mungkin diharapkan dari skutik “petualang” seperti USB charger, pengaturan jok yang lebih ergonomis, rem belakang cakram, atau fitur keselamatan seperti ABS pada semua varian, belum tersedia di varian standar. Mobil123+1


Apakah “Matic Adventure” Ini Sejati atau Hanya Gaya?



Pertanyaan penting: Apakah X‑Ride benar‑benar motor adventure atau hanya skutik dengan gaya adventure?

  • Petualangan ringan → Ya. Untuk jalan dalam kota, jalan desa yang rusak, jalur padat, jalan bergelombang, X‑Ride cukup pantas. Ban lebar, ground clearance 135 mm, suspensi belakang tabung, tangki 4,2 liter, semua menunjang kenyamanan di kondisi jalan “tidak ideal”.

  • Bukan off‑road berat → Tidak. X‑Ride bukan motor trail. Tidak dilengkapi suspensi panjang seperti motor dual‑purpose atau suspensi upside down, roda kecil ramping khusus off-road, gir‑rasio atau tenaga besar untuk medan berat, ban swappable jenis off-road. Jadi jika kamu berharap motor ini untuk melibas trek tanah berat, pasir tebal, lumpur dalam, atau tanjakan curam, X‑Ride akan kurang cocok.

  • Cocok di antara dua kelas → Skuter harian tapi tampil gagah. Bagi pengguna yang pengutamakan kepraktisan sehari‑hari tapi suka tampilan “maskulin / gagah / adventure”, X‑Ride adalah kompromi yang menarik antara gaya dan fungsi.


Siapa yang Paling Cocok Untuk Yamaha X‑Ride?

Berdasarkan review & fitur, berikut tipe pengguna yang cocok:

  • Kamu yang ingin skutik dengan tampilan berbeda, tidak mau skutik biasa. Gaya penting tapi tetap butuh kenyamanan harian.

  • Domisili di kota dengan beberapa rute jalan rusak atau permukaan tidak sempurna → X‑Ride bisa lebih nyaman dibanding skutik standar.

  • Tidak sering membawa boncengan berat atau barang besar/lama perjalanan jauh antar kota. Karena tangki bensin & kapasitas mesin terbatas.

  • Pengendara yang senang tetap menggunakan fitur praktis, tapi tidak memerlukan seluruh fitur premium seperti ABS di semua varian.


Kesimpulan

Yamaha X‑Ride bisa dibilang berhasil menghadirkan “skutik adventure ringan” — tidak sepenuhnya motor adventure sejati tapi bukan pula sekadar gaya kosong. Ia menawarkan kombinasi antara estetika petualang, kenyamanan ekstra dibanding skutik biasa di jalan buruk, dan fitur‑pengaya yang mendukung penggunaan harian.

Jika prioritasmu adalah tampil berbeda + kenyamanan + fungsi cukup di berbagai kondisi jalan, maka X‑Ride sangat layak dipertimbangkan. Namun, jika kamu butuh motor untuk off‑road berat, atau menginginkan performa & fitur premium penuh, mungkin ada opsi lain yang lebih ideal.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama