Kapan Perlu Kurangi Angin Ban Matic? Ini Waktu dan Alasannya
Ban motor matic yang tepat tekanannya adalah kunci kenyamanan dan keselamatan berkendara. Tapi tahukah kamu? Dalam kondisi tertentu, mengurangi tekanan angin ban justru bisa jadi keputusan yang tepat.
Yuk, cari tahu kapan dan kenapa kamu perlu mengurangi angin ban motor matic, tanpa merusak performa maupun keamanan!
🔧 Tekanan Angin Ideal Ban Matic
Sebelum bicara soal pengurangan tekanan, penting tahu dulu standar umum tekanan angin:
-
Ban depan: 28–30 psi
-
Ban belakang: 32–34 psi (tergantung apakah boncengan atau tidak)
Cek buku manual motormu atau info dari produsen ban untuk angka yang lebih akurat.
🔽 Kapan Harus Mengurangi Tekanan Angin Ban?
1. Saat Melewati Jalan Berpasir atau Tanah
Permukaan jalan seperti pasir atau tanah cenderung membuat ban mudah selip. Dengan menurunkan tekanan angin sedikit, permukaan ban jadi lebih lebar dan cengkeraman meningkat.
Catatan: Turunkan sekitar 2–3 psi saja. Jangan terlalu kempes karena bisa merusak pelek.
2. Cuaca Ekstrem Panas
Angin dalam ban bisa memuai karena suhu tinggi, terutama saat motor dipakai jarak jauh. Ini bisa membuat ban terlalu keras dan kehilangan traksi.
Solusi: Cek tekanan sebelum berkendara jauh di siang hari. Jika sudah mendekati batas maksimal, kurangi sedikit tekanannya agar lebih stabil.
3. Ketika Membawa Muatan Berat
Saat membawa barang banyak atau boncengan berat, kadang ban jadi terlalu kaku jika tekanannya terlalu tinggi. Menurunkan sedikit tekanan bisa memberi bantingan lebih empuk.
Tapi hati-hati: jangan terlalu rendah. Ban dengan tekanan terlalu kecil justru bisa pecah saat kena lubang.
4. Untuk Mendapatkan Kenyamanan Lebih
Beberapa orang merasa suspensi kurang empuk. Menurunkan tekanan ban sedikit bisa jadi solusi instan untuk mengurangi rasa keras saat lewat jalan bergelombang.
Hanya kurangi 1–2 psi, dan pastikan tidak di bawah standar minimum.
❌ Kapan Jangan Menurunkan Angin?
-
Untuk kecepatan tinggi / jalan tol: Ban butuh tekanan ideal untuk kestabilan. Tekanan rendah = ban cepat panas & bisa meletus.
-
Saat musim hujan: Ban kurang angin lebih rentan aquaplaning (tergelincir di atas air).
-
Saat ban sudah aus: Tekanan rendah justru memperparah gesekan dan merusak dinding ban.
🔍 Tips Tambahan
-
Gunakan alat pengukur tekanan ban (tire pressure gauge), jangan cuma “ditekan pakai jari”.
-
Cek tekanan ban sebulan sekali, apalagi kalau sering riding jauh.
-
Isi angin di pagi hari, saat suhu masih normal.
-
Pertimbangkan pakai nitrogen, karena tekanan lebih stabil saat panas.
🔧 Kesimpulan
Mengurangi angin ban motor matic boleh dilakukan dalam kondisi tertentu saja, seperti di jalan off-road ringan, saat cuaca panas, atau saat membawa beban berat. Tapi harus tetap hati-hati agar tidak mengorbankan keselamatan dan performa ban.
Kalau kamu sering riding di berbagai kondisi, pastikan kamu paham kapan harus tambah atau kurangi angin. Ban bukan cuma penopang motor—dia juga penentu keselamatan kamu di jalan!

